K.H. Zahid Syafi’i: Sejarah dalam Mendirikan Pondok dan Perjuangan Bagi Masyarakat Blitar
K.H. Zahid Syafi’i merupakan sosok ulama kharismatik asal Blitar yang dikenal dengan kesantunan, kezuhudan, dan dedikasinya dalam dunia dakwah serta pendidikan pesantren. Lahir dari keluarga pendiri Pondok Pesantren Bustanul Muta’allimin, beliau mewarisi semangat keilmuan dan perjuangan dari para leluhurnya. K.H. Zahid Syafi’i memiliki peran penting dalam membina umat, memperjuangkan kemerdekaan dan mengembangkan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama di Kota Blitar.
Biografi K.H. Zahid Syafi’i
K.H. Zahid Syafi’i merupakan seorang ulama kharismatik yang lahir pada tahun1951-1981-an di kawasan Dawuhan Kauman Kota Blitar. K.H. Zahid syafi’i adalah anak sulung dari tiga bersaudara Muchsin dan Jalaludin. Dalam garis keturunan K.H. Zahid Syafi’i adalah generasi ketiga dari pendiri pondok pesantren Bustanul Muta’allimin. Ayah K.H. Zahid Syafi’I adalah K.H Nu’man Syafi’i yang merupakan generasi kedua (pendiri pondok pesantren Bustanul Muta’allimin) dan kakeknya bernama K.H Abu Hasan Syafi’i yaitu generasi pertama (pendiri pondok pesantren Bustanul Muta’allimin).
Sejak kecil beliau tumbuh dan berkembang di lingkungan pondok pesantren sehingga membuat beliau memiliki tanggung jawab besar dalam meneruskan perjuangan pendidikan islam di pesantren keluarganya. Dalam upaya memperdalam ilmu agama beliau menimba ilmu di beberapa pondok pesantren, salah satunya yaitu pondok pesantren Mojosari Nganjuk, beliau banyak belajar pada Kyai Zainudin Mojosari bersama temannya satu angkatan yaitu K.H. Wahab Hasbullah Jombang yang kelak dikenal sebagai salah satu tokoh pahlawan nasional dan pahlawan bangsa.
Sejarah dan Perjuangan
Podok Pesantren Bustanul Muta’allimin merupakan salah satu pondok tertua di Kota Blitar. Pondok Pesantren ini terletak di lingkungan Dawuhan, Kelurahan Kauman Kota Blitar. Pondok yang sering di kenal dengan sebutan “Pondok Dawuhan” yang awal mulanya dirintis dan didirikan oleh K.H. Abu Hasan pada tahum 1873, kemudian diteruskan oleh salah satu putranya yaitu K.H. Nu’man Syafi’i. K.H. Zahid Syafi’i merupakan ulama kharismatik di Kota Blitar, dengan sifatnya yang terkenal santun dan zuhud dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam menjalankan dakwaknya, KH.Zahid Syafi’I mungkin tidak seterkenal kyai atau ulama lainnya. Namun, beliau memiliki ciri khas tersendiri dalam kesantunan dan kezuhudannya. Gaya dakwahnya yang sederhana dan merakyat sangat membekas di hati para santri-santrinya dan masyarakat. Bahkan, di tengah perkembangan zaman dan pengaruh urbanisasi kota, nilai-nilai kesederhanaan yang diwariskan beliau masih di jaga dengan baik oleh lingkungan pondok dan masyarakat sekitar.
Menurut cerita dari sesepuh, K.H. Zahid Syafi’i juga turut aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau tercatat sebagai salah satu anggota konstituante, lembaga perwakilan yang setara dengan DPR pada masa itu. Dalam masa perjuangan kemerdekaan, beliau dikenal aktif membela hak-hak rakyat dan masyarakat Blitar. Beliau juga memiliki kedekatan khusus dengan K.H. Wahab Hasbullah dan turut memberikan dukungan pemikiran serta kontribusi dalam perjuangan melalui resolusi jihad. Salah satu saksi sejarah Gus Lubby, menyampaikan bahwa K.H Zahid Syafi’i pernah menjabat sebagai hakim agama dan menjadi anggota konstituante sebelum dibubarkan melalui dekret Presiden oleh Bung karno pada tahun 1959.
Kiprah Organisasi dan Dakwahnya
K.H. Zahid Syafi’i merupakan salah satu pendiri organisasi di Kota Blitar di antaranya : Syuriah, NU (Nahdlatul Ulama’) dan PCNU Kota Blitar. Beliau mengenalkan NU kepada masyarakat sekaligus menjadi ketua yang pertama di Kota Blitar. Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) berdiri pada tahun 1956, berdasarkan keputusan konferensi akbar yang terbentuk menjadi partai Nahdlatul Ulama’ Cabang Blitar. Pada tanggal 14 desember 1988 wilayah kota membentuk cabang sendiri yaitu pengurus cabang NU dengan jumlah 3 majlis wakil cabang NU (MWC NU) dan 34 ranting anak cabang NU. Dengan demikian pengurus cabang NU Kota Blitar di ketuai oleh K.H. Zahid Syafi’i dan pengurus cabang Kabupaten Blitar di ketuai oleh K.H. Muchsin Wahab.
Perbuatannya dalam dunia dakwah masih di temui hingga saat ini, yaitu pengajian ahad wage di Masjid Agung Kota Blitar. Bersama dengan K.H. Yasin Yusuf Kademangan, beliau memberikan ceramah agama yang di hadiri ribuan masyarakat Blitar dan sekitarnya. K.H Zahid Syafi’i mempunyai sifat yang sederhana dalam menjalani hidup. Dalam memberikan pelajaran dan pemahaman ilmu agama beliau tidak menggunakan bahasa yang tinggi, serta selalu memberikan contoh yang sederhana akan tetapi penuh dengan makna yang saat ini banyak dikenang oleh masyarakat.